Unik, Pasutri Inggris Menikah di Bawah Laut

0 comments

Kate Watkinson dan suaminya Andy, melakukan pesta pernikahan di bawah laut. Pasutri asal Inggris ini menikah di bawah laut di Maladewa.

Awalnya Kate dan Andy menikah di Inggris di kantor catatan sipil di Inggris. Namun kemudian mereka mengadakan upacara pernikahan yang unik di Maladewa.

Sebelum melakukan upacara pernikahan di bawah laut, pasutri ini mencari pakaian pengantin yang bisa tahan air sebagai salah satu persyaratannya.

"Kami tidak melakukan pertukaran cincin sebaliknya kami melakukan pencampuran kerang. Jadi, kita masing-masing memiliki beberapa kerang laut kecil dan kemudian kami mencampurkannya bersama-sama. Hal ini dilakukan agar kami tidak dapat dipisahkan," ujar Kate, seperti dikutipMirror, Jumat (18/4/2014).

Seperti diketahui, pasutri yang tinggal di Bromley, Inggris, ini menikah di Maladewa pada 19 Maret 2014 setelah pernikahan resminya di Inggris pada 15 Maret 2014.

"Itu benar-benar indah dan menakjubkan. Pernikahan ini terasa begitu damai," ungkap Andy.
Read more...

Cara Pilih Katering untuk Calon Pengantin

0 comments

Setiap kali pameran pernikahan berlangsung, stand katering selalu penuh pengunjung. Tak terkecuali di kegiatan Gebyar Pernikahan Indonesia. Katering dan food tasting menjadi prioritas utama bagi calon pengantin dan keluarganya yang sedang menyiapkan pesta pernikahannya.

Lantas apa sebenarnya yang dicari atau perlu dipertimbangkan dalam memilih katering? Kepada Kompas Female, beberapa calon pengantin berbagi kiatnya.

Rasa tentu saja menjadi pertimbangan utama dalam memilih katering untuk pesta pernikahan. Namun rasa yang lezat sesuai selera ternyata tidak cukup. Ada pertimbangan lain yang bisa saja mengalahkan rasa.

Dekorasi menjadi perhatian pasangan dalam memilih katering untuk pesta pernikahannya. Bagaimana ragam menu ditampilkan dan disajikan dengan dekorasi menarik menjadi penting. Tentunya dekorasi katering akan menyesuaikan konsep resepsi pernikahan tersebut.

"Nomor satu rasa, berikutnya cara penyajian termasuk dekorasinya," aku Rizka intania, 26, saat ditemui di di Kartika Expo Balai Kartini, Jakarta, Jumat (18/4/2014)..

Rizka "menjelajah" katering bersama calon suaminya, Galuh Dhira, 26, di pameran pernikahan garapan Parakrama 0rganizer dan Manten House, untuk menyiapkan pernikahannya pada April 2015.

Selain rasa dan dekorasi, bagi pasangan ini pelayanan katering terutama saat resepsi berlangsung juga penting diperhatikan.

"Bagaimana katering itu melayani tamu dan krunya bekerja sepanjang acara juga jadi pertimbangan," kata Galuh

Bagi pasangan ini, katering yang bersih baik makanan juga penyajiannya menjadi penilaian tersendiri. Katering yang terlihat rapi dan bersih merupakan hal penting yang turut menyukseskan sebuah resepsi pernikahan dan memberikan kepuasan tersendiri bagi pengantin dan pasangan.

Pilihan katering berdasarkan rasa dan dekorasi juga menjadi perhatian perempuan yang berencana menikah September 2014, Early Azaria, 28.

Early yang datang ke pameran bersama keluarga mengakui rasa menjadi pertimbangan utama selain brand. Menurutnya brand membantunya menentukan katering dari sekian banyak pilihan.

"Dengan melihat brand, track record-nya, akan lebih mudah memilih. Namun rasa tetap jadi pertimbangan utama selain dekorasinya," katanya.

Selain itu, Early mengatakan, memilih katering untuk resepsi pernikahan juga perlu mempertimbangkan pilihan menu dan apa yang menjadi menu andalannya.
Read more...

Meniupkan Napas Eksotisme dalam Ruh Pernikahan

0 comments

Gegap gempita pernikahan Indonesia selalu mengakar pada warisan budaya. Mulai konsep adat, busana, sampai penganan yang disajikan. Kini, ada satu lagi eksotisme budaya yang merasukinya.

Melihat tren, mulai banyak pernikahan yang diselenggarakan di situs-situs budaya. Gedung, aula hotel, dan tempat ibadah bukan lagi satu-satunya yang bisa menjadi saksi pengikatan janji suci.

Pernikahan dengan konsep luar ruangan memang mulai menjamur. Lihat saja pernikahan Gading dan Gisel yang diselenggarakan di pinggir pantai Uluwatu, Bali. Eksotis, namun tetap khidmat dan sakral.

Adat setempat juga bisa dimanfaatkan. Contohnya, pernikahan syahdu Mick Jagger dan Jerry Hall di Bali, tahun 1990. Saat itu, ia menggunakan adat Hindu, lengkap dengan sentuhan itu pada busananya.

Tazbir, Direktur Promosi Pariwisata Dalam Negeri Kemenparekraf mendukung dijadikannya daerah-daerah tertentu sebagai wedding destination. Warisan budaya tak lagi hanya akan menghiasi foto prapernikahan maupun bulan madu, melainkan juga turut mengukir kesan bahagia dari pasangan pengantin.

“Banyak heritage sites yang bisa dijadikan pilihan,” katanya pada VIVAnews, usai membuka acara Gebyar Pernikahan Indonesia di Kartika Expo, Balai Kartini, Jakarta, Jumat, 18 April 2014.

Ia menilai, Indonesia menyimpan banyak potensi wisata daerah. Jika para sineas film bisa membidiknya sebagai lokasi syuting, seharusnya calon pengantin pun bisa memanfaatkan potensi-potensi itu.

“Menikah di pinggir pantai, di candi, bisa mulai dilakukan. Memang agak mahal, karena itu disukai orang asing. Tapi bukan berarti orang Indonesia sendiri tidak bisa,” katanya melanjutkan.

Ia mengakui, Kemenparekraf memang belum merilis brosur khusus soal daerah dan situs budaya mana saja yang bisa menjadi destinasi bagi pernikahan dan bulan madu. Namun, ia optimistis bisa terwujud.
Read more...

Cincin Pernikahan Jadi Andalan Pedagang Emas

0 comments

Penjualan cincin pernikahan menjadi harapan para pedagang emas untuk bisa mendulang untung saat ini. Pasalnya, penjualan emas lantakan atau emas batangan yang biasanya digunakan sebagai instrumen investasi jangka panjang terus mengalami penurunan.

Seperti diungkapkan oleh Suki, pemilik Toko Emas Suki di kawasan Cikini Gold Center, Cikini, Jakarta Pusat, penjualan cincin pernikahan sepanjang tahun ini cukup stabil jika dibandingkan dengan emas lantakan.

Penjualan cincin pernikahan tidak terpengaruh akan perubahan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) dan juga kondisi ekonomi.

"Karena cincin jadi kebutuhan orang yang mau melangsungkan pernikahan, sepanjang tahun ada terus pasangan yang menikah," ujarnya saat berbincang dengan Liputan6.com di Jakarta, seperti ditulis Sabtu (19/4/2014).

Meski demikian, Suki mengakui bahwa penjualan cincin pernikahan ada musimnya. Berdasarkan pengalaman, masa ramai pembeli terjadi sebelum Hari Raya Idul Adha.

"Karena setelah Idul Adha banyak yang menikah, jadi mereka memesannya sebelum itu," lanjutnya. Para pasangan yang akan menikah biasanya memesan cincin dua bulan sebelum acara.

Dalam sebulan toko milik Suki mampu menjual sekitar 50 pasang cincin. Pembeli banyak mencari cincin di kisaran Rp 4 juta sampai Rp 5 juta untuk satu pasang. Jika dihitung, omset penjualan cincin Suki dalam satu bulan bisa mencapai Rp 200 juta hingga 250 juta.

"Sekarang lagi tren emas putih, hampir 80% pasangan pilihnya emas jenis itu. Itu kadarnya 75%, biasanya dicampur dengan perak aloi, palladium, dan tembaga," jelasnya.

Dia menyakini bahwa tren emas putih ini masih akan berlangsung lama karena dianggap lebih cocok dengan selera pasangan muda. "Kalau emas kuning terkesan tua," tandasnya.
Read more...

Model “Pernikahan Nasional’ Banyak Dipilih karena Jadi Jalan Tengah

0 comments

Konsep pesta pernikahan bisa beragam, apalagi dengan kekayaan tradisi dan budaya Indonesia yang memberikan banyak pilihan tata carapernikahan sarat makna. Meski begitu, rupanya telah terjadi pergeseran dalam pemilihan model pernikahan, utamanya di Jakarta.

Model pernikahan nasional kian diminati pasangan pengantin di kota besar seperti Jakarta karena dianggap sebagai "jalan tengah".

"Jakarta kota megapolitan, banyak terjadi perpaduan budaya pada masyarakatnya termasuk pasangan yang hendak menikah. Budaya dalam satu keluarga lebih berwarna. Perpaduan budaya saat menikah pun kemudian terjadi," kata Arief Rachman, Marketing Director Parakrama Organizer, usai pembukaan Gebyar Pernikahan Indonesia di Balai Kartini Jakarta, Jumat (18/4/2014).

Model pernikahan nasional kemudian menjadi "jalan tengah" bagi keluarga masing-masing calon pengantin. Pestapernikahan yang memadukan dua budaya atau lebih menjadi pilihan, tanpa meninggalkan negosiasi di dalamnya.

"Biasanya yang terjadi adalah kombinasi budaya, misal pakai adat saat akad nikah atau pemberkatan, resepsi pakai modelpernikahan nasional," kata Arief yang juga berpengalaman sebagai wedding organizer.

Model pernikahan nasional bisa terlihat dari pemilihan kebaya yang cenderung lebih modern atau kebaya modifikasi. Selain pemilihan dekorasi bahkan juga menu katering, yang memadukan berbagai unsur budaya. Pada akhirnya, konsep yang menonjol kuat adalah budaya nusantara bukan menekankan pada satu tradisi tertentu.
Read more...
 
Weddingmu.com - Tips Pernikahan © 2013 InnOnet. All Rights Reserved.