Ada Pasar Pernikahan di Shanghai

0 comments

Ribuan Orangtua di Shanghai, China, setiap akhir pekan berkumpul di sebuah alun-alun kota untuk mempromosikan anak-anak mereka. Para orangtua itu berkumpul di alun-alun kota yang akhirnya dijuluki ‘pasar pernikahan’ untuk mencarikan jodoh bagi sang anak.
Para orangtua berkumpul di pasar pernikahan Shanghai dan menempelkan poster di sebuah payung yang biasa mereka bawa pada saat bepergian. Poster itu berisikan profil anak-anak mereka meliputi usia, tinggi badan, pendidikan, pendapatan, tanda zodiak, dan status sosial.
Setiap akhir pekan, mereka bisa menghabiskan waktu sampai lima jam di pasar pernikahan tersebut untuk mempromosikan anak-anaknya.
“Ini ketiga kalinya saya berada di sini untuk mencarikan jodoh anak saya, dan saya yakin dapat menemukan perempuan yang tepat untuk anak laki-laki saya,” ujar salah satu orangtua, Li Na Chia (63), seperti dilansir Mirror, Kamis (26/2/2015).
Beberapa warga di China sebenarnya menilai pasar pernikahan di Shanghai sudah kuno dan memiliki tingkat keberhasilan yang rendah dalam mencari jodoh. Namun, banyak orangtua di sana berpendapat mempromosikan anaknya di pasar pernikahan adalah satu-satunya cara untuk tetap menjaga gaya kencan tradisional.
Read more...

Dua Saksi Ahli Didatangkan, Buktikan Pernikahan Jessica-Ludwig Fiktif

0 comments

Didatangkannya dua saksi ahli tata negara oleh penggugat, Ludwig Franz Willbald saat sidang gugatan kutipan akta pernikahan menyudutkan pihak tergugat yakni Jessica Iskandar (27).
Menurut tim pengacara Ludwig yang diwakili Windri Maurieta, dua saksi ahli ini jelas memperkuat kalau selama ini tak pernah ada pernikahan. Dengan kata lain pernikahan yang ada selama ini adalag fiktif.
"Jelas kan pertanyaan klien kami selama ini, mana buktinya kalau keduanya sudah menikah. Kutipan akta pernikahan juga telat diberikan, yang jelas keluarnya kutipan akta perkawinan ini sudah melanggar asas-asas legalitas. Serta persyaratan lainnya," tutur Windri di PTUN, Jakarta Timur, Kamis (26/2/2015).
Dengan dua saksi yang dihadirkan, Windri beserta tim pengacara Ludwig ingin menjelaskan pencatatan yang sifatnya deklaratif dari pernikahan, seperti yang diungkapkan guru besar Fakultas Hukum Universitas Airlangga. Menurut Windri, Prof Philipus mempertanyakan kutipan akta pernikahan yang dikeluarkan catatan sipil.
"Kan enggak ada pernikahan, tapi kok catatan sipil bisa mengeluarkan kutipan akta pernikahan. Jelas ada kecacatan di sini," tutur Windri didampingi Silvia Mauren.
Sementara ahli kedua Lintong Oloan Siahaan, pengajar di Fakultas Hukum Universitas Indonesia mengungkapkan mengenai tenggang waktu gugatan 90 hari yang dianggap tergugat sudah kadaluarsa. Padahal 90 hari tenggang waktu itu sejak diterimanya.
"Kata kuncinya sejak dari diterima oleh pihak yang menikah. Nah klien kami, Ludwig menerima belum ada 90 hari, yang sudah 90 hari itu pihak Jessica Iskandar," kata Windri.
Secara logika, kata Windri, dari pernyataan saksi dan catatan sipil soal penanda tanganann akta pernikahan saja sudah berbeda-beda. Lazimnya pencatatan untuk nasrani setelah pernikahan langsung diberikan suratnya dan ditandatangani saksi yang sama.
"Saksinya yang tanda tangan ya dia yang menyaksikan. Tapi inikan saksinya aja enggak tahu kalau sudah ada pernikahan, terus pihak gereja sudah membantah," ucap Windri.
Windri menjelaskan dalam persidangan kali ini, pihaknya memberi contoh surat pemberkatan dari gereja. Ditambah para saksi ahli semoga saja dapat meyakinkan para hakim kalau pernikahan tersebut memang tak pernah ada. 
Read more...

Contoh Potret Bayi Yang Baru Lahir

0 comments
Foto-foto bayi yang dilahirkan melalui operasi Caesar hasil jepretan Christian Berthelot ini mungkin tidak berani dilihat oleh orang-orang yang takut melihat darah. Foto hasil jepretan Christian menunjukkan bayi yang baru lahir dalam keadaan masih sangat mentah, tidak seperti foto-foto bayi bersih dan lucu yang biasanya kita lihat diselimuti handuk dan dipeluk oleh ibunya.

“Ketika saya melihat anak saya untuk pertama kalinya, saya melihat darah dan cairan berwarna putih yang bernama vernix”, ujar Berthelot kepada Huffpost. “Anak saya kelihatan seperti seorang prajurit yang baru memenangkan pertempuran pertamanya, seperti seorang malaikat yang keluar dari kegelapan”.

Untuk info lebih lanjut tentang seri fotografi ini, kamu bisa melihatnya di Circulation(s) festival di Paris sampai tanggal 5 Maret.

Info lebih lanjut: christianberthelot.com | festival-circulations.com (via: huffpost, slate, bored panda)

Leanne 13 detik setelah dilahirkan



Liza, 3 detik setelah dilahirkan



Steven, 15 detik setelah dilahirkan



Kevin 13 detik setelah dilahirkan



Louann, 14 detik setelah keluar dari perut ibunya

Read more...

Dahsyat! Foto Hitam Putih ini Terjual Seharga Rp80,5 Milliar

0 comments
Sudah barang tentu sebuah foto dengan harga selangit ini akan membuat orang tercengang. Foto hitam putih yang sepintas mungkin terlihat biasa, namun bila melihat harganya anda pasti nyaris tak percaya. Foto yang diberi judul ‘Phantom’ ini terjual ke seorang kolektor pribadi seharga £4.1 juta atau sekitar 80,5 miliar Rupiah.


Sebagaimana dilansir Metro.co.uk, foto berharga selangit ini adalah karya seorang seniman fotografer Peter Lik. Tak hanya 'Phantom', sebelumnya salah satu karyanya juga telah masuk dalam 20 foto paling mahal, yaitu berjudul 'one' yang pernah terjual dengan harga £640000 atau sekitar 12 miliar rupiah. Fotonya 'one' merupakan foto warna-warni refleksi sungai.

Phantom, sebuah foto hitam putih yang menunjukkan keindahan sorotan cahaya yang masuk ke dalam lubang celah Antelope Canyon, Arizona. Lik adalah seorang pecinta foto alam. Dengan memotret landscape alam ia ingin memberikan inspirasi pada orang yang melihatnya.

“Tujuan dari semua foto adalah untuk menangkap kekuatan alam dan menyampaikannya denga cara menggugah seseorang untuk merasa berg*irah dan terkoneksi ke gambar,” kata Lik.

Lebih lanjut, pembeli foto berjudul phantom tersebut merahasiakan identitasnya karena alasan keamanan dan privasi, dan lebih memilih untuk melakukan bisnisnya melalui firma hukum Glaser Weil Fink Howard Avchen & Shapiro.


Read more...

Artis dan Pejabat Nikah Siri Tarifnya Rp20 Juta

0 comments

Romi (29) dan Yuli (25), bukan nama sebenarnya, menikah secara siri sekitar 2 tahun lalu. Jalannikah siri terpaksa diambil pasangan ini karena orangtua masing-masing tidak menyetujui hubungan mereka.

Mereka lalu menemui seorang ustaz di salah satu masjid di kawasan Jakarta Selatan. Kepada ustaz itu, mereka menceritakan masalah yang dihadapi.

Kepada Romi dan Yuli, sang ustaz mengatakan bahwa dalam hukum agama, keduanya bisa menikah tanpa izin orangtua masing-masing. Pasalnya, Romi dan Yuli sama-sama telah dewasa. Romi 27 tahun dan Yuli 23 tahun.

"Kecuali perempuannya belum 21 tahun, itu harus dapat izin orangtua," ucap Romi menirukan perkataan ustaz itu kepada Warta Kota, Senin (1/12/2014).

Meski boleh menikah tanpa persetujuan orangtua, sang ustaz menyarankan agar masalah ini coba diselesaikan terlebih dahulu secara kekeluargaan.

Bila tidak bisa, barulah mereka memutuskan apakah mengakiri hubungan atau lanjut menikah siri atau menikah secara agama.

Kepada Romi dan Yuli, sang ustaz merkomendasikan nama ustaz Rahmat yang tinggal di kawasan Ciputat, Kota Tangerang Selatan, yang disebut-sebut biasa menjadi penghulu bagi pasangan yang hendak menikah siri.

Cukup membayar uang jasa sebesar Rp 2,5 juta sampai Rp 3 juta, pasangan bisa dinikahkan.

Menurut Romi, Ustaz Rahmat selain menikahkan orang biasa seperti dirinya, juga kerap menikahkan artis maupun pejabat secara siri. Namun, Romi mengaku tak tahu siapa saja artis atau pejabat yang pernah dinikahkan sang ustaz secara siri.

"Kalau ditanya, Pak Ustaz nggak pernah mau kasih tahu. Katanya rahasia," ucap Romi.

Warta Kota pun coba menghubungi nomor telepon Ustaz Rahmat yang diberikan Romi. Setelah beberapa kali coba menghubungi melalui ponsel, akhirnya suara diujung telepon menyambut. Dia memperkenalkan diri sebagai Ustaz Rahmat. Suaranya terdengar lugas dan berwibawa.

Mulanya Warta Kota mengajukan permohonan untuk melakukan interview di tempat Ustaz Rahmat berpraktik. Namun ia menolak dengan alasan sedang berada di luar kota. Saat dimintai alamat praktiknya, ia juga tak bersedia memberikan.

Ustaz Rahmat tidak spesifik menyebut dirinya sebagai penyedia jasa kawin siri. Namun dalam konteks yang lebih luas, yakni konsultasi kehidupan rumah tangga.

"Jadi tidak hanya yang mau nikah siri saja. Nikah secara KUA juga saya layani, termasuk konseling untuk memperbaiki kehidupan rumah tangga, mencegah perceraian, dan lain-lain," ucap Ustaz Rahmat kepada Warta Kota, Senin (1/12/2014).

Saat ditanya kalangan mana saja yang pernah ia nikahkan secara siri, Rahmat tidak menyebut artis dan pejabat secara spesifik.

"Siapa saja berhak menikah siri, asalkan syarat-syarat menikah secara hukum Islam terpenuhi. Syaratnya antara lain ada calon suami, ada calon istri, ada wali nikah, ada dua orang saksi, serta ada ijab kabul," katanya bersemangat.

Warta Kota lalu bertanya apakah artis dan pejabat termasuk golongan yang pernah ia nikahkan secara siri. Kali ini Ustaz Rahmat agak kaget.

"Lho, kok tahu?" tanyanya. "Ah, nggak kok. Siapa bilang saya pernah nikahin artis sama pejabat?" elaknya.

Setelah mengalihkan pembicaraan sesaat mengenai status hukum nikah secara agama, Rahmat akhirnya mengaku bahwa ia juga menikahkan artis dan pejabat. Namun, ia menolak dengan tegas untuk menyebutkan identitas mereka.

"Pokoknya ada deh. Nggak terkenal, kok," akunya.

Bahkan, untuk mengungkap jumlah kaum tersohor atau pejabat yang pernah dilayani, Rahmat tak bersedia. Namun ia mengaku jumlahnya tak sampai 10 pasangan. Tahun ini saja ia mengaku belum menikahkan artis atau pejabat seorang pun. Terakhir, ia mengawinkan seorang pejabat pemerintahan di lingkungan Provinsi Banten.

Biaya jasa penghulu nikah siri bervariasi. Tergantung siapa yang mau menikah. Tarif untuk orang biasa Rp 3 juta komplet, termasuk untuk saksi, wali, dan sertifikat nikah siri. Namun untuk kalangan pejabat atau artis ia tak mematok tarif resmi.

"Biasanya mereka (artis atau pejabat--red) memberi seikhlasnya. Ya, kira-kira Rp 10-20 juta," ungkap Rahmat.

Tempat berlangsungnya pernikahan, kata Rahmat, terserah pengantin. Bisa di rumah, masjid, atau hotel.

"Tapi kalau kayak pejabat biasanya milih nikah di vila atau suatu tempat di luar kota," ujar Rahmat tanpa menyebut alasannya.
Read more...
 
Weddingmu.com - Tips Pernikahan © 2014 InnOnet. All Rights Reserved.