Sulitnya Menghadapi Masalah dengan Ipar

0 comments



“PERNIKAHAN sejatinya bukan hanya menyatukan dua anak manusia, namun menyatukan dua keluarga.” Kalimat ini memang mudah diucapkan, namun pada praktiknya butuh proses adaptasi dan saling pengertian antarpasangan.


Lazimnya yang sering kita dengar adalah konflik mertua-menantu. Hal ini seolah menjadi masalah klasik yang tak pernah ada habisnya dari masa ke masa. Namun, bukan hanya masalah dengan mertua saja yang bisa memicu pertengkaran moms and dads, masalah dengan saudara ipar pun tak boleh dianggap sepele. Bagaimana mengatasinya?

Menurut Veronika Soepomo, M.Si, Psikolog, sejak awal memutuskan untuk bersama dan menjadi pasangan suami-istri, berarti harus memiliki komitmen kuat bahwa rumah tangga adalah aturan bersama. Siapapun orang ketiga, entah itu mertua, ipar, atau asisten rumah tangga adalah orang yang ikut serta dalam “kerajaan” moms and dads.

Dalam keluarga di Indonesia, tinggal seatap dengan mertua atau ipar (baik sang ipar belum/sudah menikah) merupakan hal biasa. Kedekatan ipar dengan pasangan kita, dapat menjadi awal mula konflik.


Ipar merasa memiliki ikatan emosional yang kuat dengan pasangan Anda, dia menganggap bahwa pertalian darah/kandung ialah fokus utama. Sang ipar bisa saja mengabaikan kenyataan bahwa kakak atau adiknya sudah menjadi pasangan hidup Anda. Alhasil, si ipar pun berbuat semaunya di rumah karena berpikir toh saudaranya tidak akan keberatan.

“Mengadu domba”

Misalkan istri konflik dengan adik ipar akibat “adu domba” yang dilakukan ipar tersebut, maka suamilah yang harus bijak menyikapi masalah ini. Jangan sampai suami langsung menegur atau menuduh istri atas masalah yang ada. Jadi, bila adik ipar ingin ikut dalam rumah tangga kakaknya, maka ia harus mengikuti aturan yang berlaku di rumah tersebut. Sudah sepatutnya yang menjelaskan aturan main di rumah adalah pihak suami alias yang bersaudara langsung.

Ikut campur urusan anak

Misalnya suami-istri bekerja dan kakak ipar lah yang sehari-hari ada di rumah. Praktis yang banyak menangani urusan rumah adalah si kakak ipar. Seyogianya sejak awal sudah ada komunikasi terlebih dulu, jika selama pasangan bekerja yang mengurus anak adalah kakak ipar, maka setelah istri kembali ke rumah otomatis yang menangani anak adalah nyonya rumah tersebut.

“Raja dalam rumah adalah suami dan ratunya adalah istri. Ketika pasangan tersebut sudah kembali ke rumah, maka merekalah yang bertanggung jawab atas semua yang terjadi, termasuk urusan anak,” ucap wanita yang akrab disapa Vero ini.

Jika ipar sudah ikut campur terlalu dalam pada urusan rumah tangga, maka pasangan Andalah yang harus melakukan tindakan tegas, namun tetap harus menghormati kakak ipar tersebut.

Masih menopang kebutuhan ipar

Contohnya sebelum menikah suami sudah bertanggung jawab sebagai tulang punggung keluarga. Setelah menikah, suami harus sadar bahwa dia telah memiliki pasangan hidup.
Tanggung jawab yang sekarang harus ia jalani adalah tanggung rumah tangga bersama pasangannya. Kalau di antara pasangan saling jujur dan terbuka tentang pengeluaran apa pun, bukan suatu masalah besar jika masih membiayai atau menopang kebutuhan ipar. Tetapi jika bantuan dana diberikan tanpa sepengetahuan pasangan, maka ini bisa disebut sebagai “perselingkuhan keuangan”.

Terkadang dari pihak pemberi dana, misalnya suami merasa istrinya kurang cakap mengelola keuangan alias boros, akhirnya ia memutuskan untuk memberi dana ke saudara secara diam-diam. Tetap saja ini tak bisa dijadikan alasan.

Selalu rundingkan secara terbuka mengenai keuangan rumah tangga. Sebelum memberikan bantuan, entah itu untuk ipar, mertua atau orang lain, semuanya tetap sepengetahuan pasangan.

Ipar tidak proaktif dalam pekerjaan rumah

Bila mengalami kasus seperti ini, Anda harus bicara hati-hati dengan pasangan. Meski terkesan sepele, urusan kebersihan rumah bisa meletupkan emosi loh moms. Sebut saja membereskan atau membersihkan peralatan makan atau kamar. Ungkapkan dan beri contoh apa saja kebiasaan dan aturan yang harus dilakukan di rumah.

Bila moms memang sudah sangat terganggu dengan ulah ipar, jangan dipendam atau dibiarkan berlarut-larut. Minta pasangan untuk menegur. Hal ini harus disampaikan untuk mencegah keributan dalam rumah tangga yang pada akhirnya bisa menyebabkan perceraian karena sering bertengkar dengan ipar dan pasangan.



Topik Sama

0 comments:

Post a Comment

 
Weddingmu.com - Tips Pernikahan © 2011-2016 InnOnet. All Rights Reserved.