Datang Atau Tidak Ya? Diundang Ke Pernikahan Mantan

0 comments



Beberapa waktu lalu, jejaring di media sosial semat dihebohkan dengan foto dan video seorang gadis yang menghadiri persta pernikahan mantannya. Ada yang pro, kontra, bahkan menjadikan bahan gurauan.

Sulit memang untuk mengendalikan opini orang-orang bila sudah jadia trend topic di sosial media. Kita tidak bisa memaksa orang lain untuk satu suara atau mempunyai empati terhadap apa yang kita alami meskipun kita merasa apa yang dilakukan buka suatu hal yang salah sekalipun. Jadi, pikirkanlah secara matang untuk mendapatkan simpati atau hiburan. Tepukan halus dari seorang sahabat akan lebih berarti daripada Anda malah menjadi olok-olok banyak orang. Sebaiknya memang berhati-hati saat akan menggunakan media sosial, mulai dari curhat hal yang paling ringan atau mengumbar emosi. Mungkin di antara Anda ada yang nyaris akan menghadapi masalah seperti yang dialami seperti ini. Bagaimana sebaiknya? Datang tidak? Yuk pertimbangkan hal-hal berikut ini.


Pertimbangkan Secara Matang
Coba pertimbangkan baik-baik suasana hati Anda saat mendengar kabar dia akan menikah? Apakah Anda merasa sedih, putus asa atau bisa berbesar hati menanggapinya? Jika emosi Anda masih merasa terusik, sebaiknya jangan memaksakan diri untuk datang, apalagi kalau datang sendirian. Anda tentunya tidak mau kerepotan menahan gejolak perasaan di tengah keramaian, bukan? Apalagi kalau Anda datang sendirian. It’s big no, Ladies. Jangan memaksakan diri untuk datang hanya untuk menunjukkan “Aku baik-baik saja Tanpamu”, karena Anda hanya akan menipu perasaan sendiri.

Pergi Dengan Teman
Kalau Aetap memutuskan untuk pergi menghadiri resepsi pernikahan, ajaklah seorang teman yang bisa dipercayai membantu untuk menjaga suasana hati. Seorang teman yang baik, semestinya tidak akan mengipasi Anda untuk melakukan sesuatu yang konyol atau memupuk dendam , atau sebaliknya melemparkan candaan yang berhubungan dengan Anda dan mantan. Seorang sahabat yang baik akan membantu Anda merasa nyaman untuk berdamai dengan hati dan membiarkannya berlalu.

Jangan pernah membayangkan untuk mengajak orang lain yang berpura-pura kalau dia adalah calon suami Anda dan menunjukan Anda juga bisa mendapatkan calon suami, karena cara inni hanya kamuflase yang membohongi diri Anda sendiri.

Berpikir Out of The Box
Kejadian yang sempat heboh ini menyorot adegan pelukan yang jadi perbincangan di medis sosial. Coba deh sekarang, posisinya di balik. Posisikan diri Anda yang menjadi pengantin wanita lalu tiba-tiba datang seorang wanita yang memeluk suami Anda yang baru saja beberapa jam lalu mengucapkan akad dan sah menjadi suami Anda. Wanita yang normal tentu tidak senang bila berada pada posisi seperti ini.

Jangan Berlama-lama di Lokasi Resepsi
Setelah mengucapkan selamat dan menikmati hidangan, sebaiknya Anda segera pulang dan meninggalkan lokasi. Selain membantu agar suasana hati Anda juga meghindari pertemuan dengan teman atau undangan lain yang juga mengetahui hubungan antara Anda dengan mempelai di depan sana yang tidak jadi suami Anda. Ini untuk menjaga lontaran ucapan dari mereka yang tidak terduga.

Soal move on dan melupakan kejadian seperti ini memang memerlukan waktu yang berbeda antara satu orang dengan orang lain. Percayalah, akan datang seseorang yang untuk Anda dengan cara yang indah dan waktu yang tepat.


Topik Sama

0 comments:

Post a Comment

 
Weddingmu.com - Tips Pernikahan © 2011-2016 InnOnet. All Rights Reserved.