Ini Resikonya Bila Telat Kawin

0 comments



Terlalu fokus dengan pekerjaan bisa membuat seseorang betah untuk melajang, sampai-sampai lupa memikirkan hidup berkeluarga. Tidak masalah untuk memilih telat menikah, tetapi para ahli mengingatkan bahwa pilihan tersebut bukan tanpa risiko.


Pernikahan di usia yang sudah tidak muda membuat jarak usia antara seseorang dengan anaknya menjadi jauh. Kondisi ini, menurut psikolog dapat mempengaruhi pola asuh yang dilakukan oleh orang tua. Diperlukan penanganan ekstra saat mengasuh anaknya kelak.

Ratih Zulhaqqi, M.Psi, seorang psikolog anak dan keluarga dari Pusat Layanan Tumbuh Kembang KANCIL mengatakan, menikah dan punya anak di usia yang tidak muda lagi harus dibarengi dengan komitmen kuat. Khususnya dalam hal mengasuh anak-anaknya secara maksimal.

Ketika gap usia dengan anaknya terlalu jauh, Ratih mengingatkan bahwa orang tua cenderung lebih emosional dalam mengasuh anak. Dalam beberapa hal, sulit bagi mereka yang sudah telanjur berumur untuk mengimbangi anak-anak saat beranjak muda.

"Ini membuat orangtua kerap menganggap anaknya nakal, padahal saat itu anak sedang berada di tahap bermain," kata Ratih seperti ditulis Selasa (29/7/2014).

Secara psikologis, tidak ada patokan yang baku tentang usia ideal untuk menikah dan punya anak. Namun pada usia 25 tahun diyakini seseorang sudah cukup matang secara mental untuk memikirkan hidup berumah tangga. Kalau memang sudah siap, tunggu apa lagi?



Topik Sama

0 comments:

Post a Comment

 
Weddingmu.com - Tips Pernikahan © 2011-2016 InnOnet. All Rights Reserved.