Gara-gara Dipaksa Nikah, Pengantin Remaja Ini Racuni Suaminya

0 comments




Segala sesuatu yang dipaksakan memang tidak baik, apalagi untuk perkara menikah. Maklum, pernikahan adalah peristiwa sakral yang berlangsung seumur hidup manusia, sehingga tak jarang ada beberapa orang yang terkesan pilih-pilih dalam mencari jodoh.

Nah, di Nigeria, kerap kali terjadi pernikahan paksa pada perempuan. Yang bikin miris, sering kali perempuan yang dipaksa menikah masih berusia di bawah umur, sedangkan pasangannya jauh lebih tua. Keterpaksaan semacam itu terkadang menimbulkan perasaan tertekan dan kenekatan. Seperti yang dilakukan Wasilu Umar. Setelah dipaksa menikah dini dengan orang yang tak dicintainya, remaja 14 tahun ini nekat meracuni suaminya.

Peristiwa bermula saat sang suami, Umaru Sani (35), mengundang teman-temannya ke rumahnya untuk makan bersama. Kegiatan itu dilakukan untuk merayakan pernikahannya dengan Wasilu yang berlangsung sekitar sebulan lalu. Demikian dikutip dari BBC, Jumat (11/4/2014).

Sebelum makanan dihidangkan, Wasilu menaburi racun tikus di makanan syukuran. Tak lama, Umaru dan tiga temannya tewas setelah makan makanan beracun itu, sementara 10 orang lainnya dilarikan ke RS.

"Tersangka mengaku melakukan hal itu karena tidak mencintai suaminya. Ia terpaksa mengambil pilihan ini," ujar Komandan Kepolisian Kano, Nigeria, Musa Magaji Majiya.

Jenazah korban peracunan itu telah dibawa ke RS untuk pemeriksaan. Sementara itu, investigasi masih terus dilakukan.

Menurut United Nations Population Fund (UNFPA), Nigeria merupakan salah satu negara dengan angka pernikahan dini tertinggi di dunia. 20 Persen perempuan di negara tersebut menikah sebelum usia 15 tahun, sedangkan 40 persen menikah di usia 18 tahun.

BBC melaporkan polisi di Nigeria telah berupaya menghentikan orang-orang tua yang memaksa anak-anaknya untuk menikah. Jika ada ayah yang kedapatan memaksa putrinya yang masih di bawah umur menikah, maka dia bisa ditangkap.

Pernikahan dini yang melibatkan anak-anak di bawah umur menjadi perhatian banyak kalangan. Sebab kerap kali perempuan yang terlalu dini mengalami kehamilan sebagai buah pernikahannya mengalami masa-masa sulit. Alat-alat reproduksi yang belum sempurna seutuhnya kerap menimbulkan masalah kesehatan. Belum lagi di banyak kasus membuat banyak anak perempuan yang menikah dini lebih berisiko terkena AIDS di usia muda. Masalah lain yang mengintai adalah kekerasan dalam rumah tangga.

Karena berbagai alasan yang merugikan perempuan, terutama anak-anak perempuan, Organisasi Perburuhan PBB, ILO, mengklasifikasikan pernikahan dini sebagai bentuk perbudakan modern. Apalagi tidak jarang anak perempuan dipaksa menikah untuk melunasi utang keluarganya. Di banyak kasus lainnya, anak-anak ini diceraikan suaminya setelah menikah beberapa tahun. Karena tidak memiliki pekerjaan, alhasil mereka terperosok dalam dunia prostitusi jalanan.


Topik Sama

0 comments:

Post a Comment

 
Weddingmu.com - Tips Pernikahan © 2011-2016 InnOnet. All Rights Reserved.