5 Prediktor Perceraian Hantui Pasutri

0 comments




Tidak hanya ada satu alasan untuk bercerai. Orang-orang bercerai sepanjang waktu, tingkat perceraian pun semakin meningkat dan tidak menunjukkan tanda-tanda penurunan.

Perceraian bisa disebabkan oleh banyak alasan dan berakhir dengan kesepakatan bersama atau sengit dengan pembagian harta dan hak asuh anak.

Meskipun orang mencoba untuk tidak bercerai, ada beberapa kejadian dalam pernikahan ketika seseorang dapat mengetahui bahwa perceraian adalah jalan keluar dari permasalah rumah tangga mereka. Contoh atau perasaan ini adalah prediktor perceraian dan jika disikapi dengan hati-hati, dapat dihindari atau dilaksanakan.

Jika benar-benar ingin menghindari perceraian, Anda juga harus benar-benar mulai berusaha membuat pernikahan langgeng. Berikut beberapa prediktor perceraian, seperti dilansir Magforwomen.

Menghindari konflik

Ketika pasangan tidak lagi ingin berkelahi habis-habisan, baik untuk menyelamatkan pernikahan atau untuk menjernihkan isu-isu tertentu yang mengganggu pernikahan, ini adalah prediktor perceraian yang jelas. Ini berarti bahwa salah satu dari Anda (atau justru Anda berdua) telah kehilangan minat dalam melanjutkan pernikahan dan tidak ingin berbuat banyak untuk membuatnya tetap langgeng. Tidak minat untuk menyelamatkan pernikahan hanya dapat menyebabkan perceraian setelah kebosanan dan sikap apatis masuk.

Saling menyalahkan

Terus-menerus menyalahkan pasangan untuk semua masalah dalam pernikahan dan segala sesuatu yang tidak beres juga bisa menjadi prediktor cerai. Tidak hanya saling menyalahkan, tetapi mencari dukungan dari orang luar juga membuat situasi semakin buruk. Saling menyalahkan tidak pernah berakhir baik dalam hubungan apa pun dan menjadi hal terburuk yang dapat Anda lakukan dalam sebuah pernikahan.

Santai menyikapi masalah pernikahan

Jika Anda berdua tidak merespons masalah dengan kemarahan atau cara lain, itu menunjukkan bahwa pernikahan sudah runtuh dengan tak satu pun dari Anda ingin melanjutkannya dengan cara apa pun.

Terlalu mementingkan ego sendiri dan berkelahi nonstop

Pernikahan dinyatakan sehat jika pasangan pernah bertengar, tapi kadang-kadang pernikahan tidak dapat bertahan jika Anda berdua mementingkan ego masing-masing. Bentrokan ego yang terus-menerus secara teratur, berkelahi nonstop, dan membesar-besarkan hal-hal kecil juga menjadi penyebab perceraian.

Hilang kepercayaan

Kepercayaan dan cinta yang semakin berkurang, memandang rendah pasangan dan meningkatnya rasa hina atau jijik selama jangka waktu yang panjang juga menjadi prediktor perceraian. Jelas tidak mudah bagi siapa saja untuk hidup dengan orang lain dan berbagi hampir segalanya. Pernikahan adalah sebuah institusi dan hubungan yang membutuhkan banyak kesabaran dan pengorbanan. Ketika tidak ada pengorbanan dan kesabaran, bahaya perceraian pun menanti.


Topik Sama

0 comments:

Post a Comment

 
Weddingmu.com - Tips Pernikahan © 2011-2016 InnOnet. All Rights Reserved.