Kemungkinan Yang Terjadi Bila Gaji Istri Lebih Besar Dari Suami

0 comments



Keluarga dalam pandangan Islam memiliki nilai yang tidak kecil. Bahkan Islam menaruh perhatian besar terhadap kehidupan keluarga dengan meletakkan kaidah-kaidah yang arif guna memelihara kehidupan keluarga dari ketidakharmonisan dan kehancuran. Kenapa demikian besar perhatian Islam?

Karena tidak dapat dipungkiri bahwa keluarga adalah batu bata pertama untuk membangun istana masyarakat muslim dan merupakan madrasah iman yg diharapkan dapat mencetak generasi-generasi muslim yang mampu meninggikan kalimat Alloh di muka bumi

Bila pondasi ini kuat lurus agama dan akhlak anggota maka akan kuat pula masyarakat dan akan terwujud keamanan yang didambakan. Sebaliknya bila tercerai berai ikatan keluarga dan kerusakan meracuni anggota-anggota maka dampak nya terlihat pada masyarakat bagaimana kegoncangan melanda dan rapuh kekuatan sehingga tidak diperoleh rasa aman.


Salah satu yang merupakan pondasi bagi sebuah keluarga adalah masalah ekonomi. Masalah keuangan dalam keluarga bisa menjadi konflik. Pemicunya tak sekadar penghasilan yang kurang. Perkara asal-usul penghasilan bisa mendatangkan persoalan besar.

Pada zaman sekarang ini masalah keuangan dalam keluarga bukan monopoli suami. Dalam satu keluarga, suami-istri sama-sama mencari nafkah untuk menutupi kebutuhan rumah sudah lumrah. Tapi apakah dalam syariat Islam diperkenankan seorang istri bekerja ?

Rasulullah SAW punya seorang isteri yang tidak hanya berdiam diri serta bersembunyi di dalam kamarnya. Sebaliknya, dia adalah seorang wanita yang aktif dalam dunia bisnis. Bahkan sebelum beliau menikahinya, beliau pernah menjalin kerjasama bisnis ke negeri Syam. Setelah menikahinya, tidak berarti isterinya itu berhenti dari aktifitasnya.

Di sini kita bisa paham bahwa seorang isteri nabi sekalipun punya kesempatan untuk keluar rumah mengurus bisnisnya. Bahkan meski telah memiliki anak sekalipun, sebab sejarah mencatat bahwa Khadijah ra. dikaruniai beberapa orang anak dari Rasulullah SAW.

Artinya, suami dan istri bisa sama-sama memiliki penghasilan. Bahkan tidak tertutup kemungkinan, adakalanya penghasilan istri lebih tinggi dari penghasilan suaminya. Persoalannya, benarkah jika penghasilan istri lebih tinggi ketimbang suami akan selalu membuahkan konflik?

Masalah penghasilan istri lebih besar dibanding suami ternyata bila dibiarkan sering menimbulkan akibat yang fatal, bahkan hingga ke tingkat perceraian. Selama ini anggapan bahwa suami adalah pemimpin keluarga telah menjadi dasar pondasi sebuah rumah tangga. Disini seorang suami dituntut memiliki wibawa, yang salah satunya adalah memiliki penghasilan tetap. Sehingga penghasilan disini sudah merupakan harga diri bagi seorang lelaki. Tetapi apa yang terjadi apabila ternyata penghasilan istri lebih besar ?

Perbedaan penghasilan Isteri dengan suami selanjutnya dapat memunculkan kondisi antara lain :

1. Munculnya egoisme dipihak isteri.
Begitu sang isteri memiliki pendapatan sendiri yang bahkan lebih besar dari pendapatan suami biasanya muncul ego sang istri. Karena merasa sudah merasa tidak bergantung kepada suami. Akhirnya muncul “pembangkangan” terhadap tugasnya sebagai seorang istri ataupun seorang ibu.

2. Munculnya rasa rendah diri suami
Seorang suami akan merasa minder atau rendah diri bila gaji istrinya lebih besar dari pendapatannya. Hal ini akan bertambah parah lagi bila keluarga itu menumpang dirumah orang tua istrinya.

Inilah yang akan memicu persoalan yang akan timbul dirumah tangga tersebut, yang pada akhirnya akan timbul perceraian. Contoh seperti ini sangat banyak ditemukan. Dimana akhirnya suami karena dirumah merasa dilecehkan dirumah, akhirnya mencari pelampiasan dengan berselingkuh.

Kemudian bagaimana kiat untuk sebuah keluarga yang mengalami situasi seperti tersebut diatas ? Ada beberapa cara. Tetapi sebenarnya banyak perubahan yang perlu dilakukan oleh fihak istri. Cara-cara tersebut antara lain :

1.Bersyukur. Keduanya harus bersyukur telah diberi karunia nikmat , sehingga penghidupannya lebih baik lagi. Dengan kehidupan lebih baik lagi maka tingkat ibadah mereka pun lebih lagi. Yaitu dengan terbukanya kesempatan untuk sedekah dan beramal lebih banyak lagi.

2.Istri harus mengingatkan dan membantu suami agar tetap percaya diri dan tidak minder. Caranya adalah jangan membanding-bandingkan gaji istri kepada suaminya. Karena harus disadari seberapa pun tingginya jabatan istri di kantor, maka dirumah ia tetap harus tunduk kepada suaminya sebagai imam

3.Saling terbuka. Bila muncul rasa tidak puas jangan bicara dibelakang tetapi selesaikan sebelum menjadi besar.

4.Bantu suami agar tidak merasa rendah diri bila ada di lingkungan keluarga istri atau pun dilingkungan kantor istri.

5.Pujilah agar ia merasa bangga sebagai suaminya dengan menyebut-nyebut kelebihan. Bukan justru menghinakan dengan menyuruh suami masak atau mengurus dirinya.

Sebagai contoh saya pernah sempat terharu dan tercengang melihat rumah tangga teman. Suaminya adalah pekerja kantor yang gajinya tidak terlalu besar, sedangkan istrinya adalah pengusaha besar yang sukses. Bisnisnya sukses merambah ke mancanegara. Kebetulan suatu hari saya mampir ke rumahnya, dan saat yang sama suaminya pulang dari kerjanya.

Kemudian ia duduk dan memberikan amplop gajinya kepada istrinya, yang besarnya mungkin cuma senilai gaji sopir sang istri. Sang istri tiba-tiba bangun dan menerima amplop tersebut dengan mata bahagia dan penuh haru. Dan ia kemudian menciumi tangan suaminya sambil mengucap terima kasih. Ah betapa indahnya pemandangan seperti ini. Betapa walaupun cuma sedikit hasil pemberian sang suami tetapi di mata istrinya itu merupakan jumlah yang sangat besar dan berharga.

Mudah-mudahan saja catatan ini dapat dibaca oleh para istri yang penghasilannya lebih besar daripada suaminya. Agar tidak menjadi pengumpat pemberian suami .

Semoga bermanfaat.
Sumber: Pakdeazemi



Topik Sama

0 comments:

Post a Comment

 
Weddingmu.com - Tips Pernikahan © 2011-2016 InnOnet. All Rights Reserved.