Tips Mengatur Keuangan Pasca Pernikahan

0 comments




Selamat atas pernikahan Anda, tapi jangan lantas terpaku menjadi raja dan ratu semalam, karena pekerjaan rumah nan sulit membentang di depan mahligai perkawinan Anda. Salah langkah bisa runyam.

Menikah berarti memulai hidup dengan pasangan dan berbagai persoalan baru. Masalah keuangan biasanya menjadi prioritas utama untuk dibahas pasca menikah mengingat uang merupakan hal yang cukup sensitif. Bahkan tak sedikit pasangan yang akhirnya berpisah karena tersandung masalah keuangan dalam rumah tangganya. Padahal sebaiknya urusan keuangan pasangan yang sudah menikah menjadi urusan bersama.

Merencanakan keuangan selalu menjadi masalah penting meski sudah berumah tangga. Tak masalah betapa buruknya pendapatan masing-masing, pengelolaan yang baik bisa mengatasi berbagai masalah keuangan.

Bagi pasangan yang baru menikah, berikut tips mengatur keuangan pasca pernikahan yang harus Anda lakukan agar memudahkan Anda menjalani bahtera rumah tangga :

Bertindaklah Sebagai Sebuah Tim
Pada kebanyakan hubungan pernikahan, hanya salah satu pasangan yang mengendalikan keuangan. Menurut Erin Burt, editor kontributor Kiplinger.com, sebaiknya pasangan berbagi tanggungjawab keuangan bersama-sama. Upayakan setiap bulan bicarakan urusan keuangan bersama pasangan sembari membicarakan tanggung jawab keuangan bersama – sama.

Rencana keuangan akan berhasil dilakukan jika keduanya mau menjalaninya dengan baik. Berbagi tugas keuangan dengan pasangan layaknya tim kerja akan banyak membantu.

Jika bulan ini, pasangan Anda menghabiskan banyak pengeluaran, maka Anda sebaiknya menunggu hingga bulan depan untuk membeli keperluan lainnya. Anda harus bersama-sama memutuskan mana yang harus segera dibeli dan mana yang bisa ditunda.

Terbuka Soal Keuangan Masing – Masing
Bagi sebagian pasangan, uang merupakan hal yang kurang nyaman dibicarakan bersama karena dianggap sebagai obrolan pribadi. Jika Anda dan pasangan merupakan salah satu darinya, maka segeralah mengubah kebiasaan dan perasaan tersebut.

Anda dan pasangan baru bisa merencanakan keuangan rumah tangga, jika masing-masing mau terbuka dan membahasnya.

Di samping masalah keterbukaan, setiap pasangan baru harus sama-sama membuat kesepakatan mengenai siapa penafkah utama. Apakah pencari nafkah hanya salah satu ataupun keduanya secara seimbang. Setelah kesepakatan, tujuan atau visi misi harus dimiliki untuk keuangan bersama. Setidaknya, sedari awal pernikahan, Anda dan pasangan harus mulai mengetahui apa saja yang akan dicapai dan direncanakan secara matang, lengkap dengan segala konskuensinya.

Diskusikan Dengan Pasangan Mengenai Pembelanjaan dalam Jumlah Besar
Hal ini juga termasuk hal penting dalam mengatur keuangan untuk pasangan baru menikah. Pengeluaran besar atau pengeluaran kecil sifatnya relatif, mungkin saja bagi sebuah keluarga ada yang mengatakan pengeluaran Rp 10.000.000 adalah pengeluaran yang besar. Tetapi disisi lain ada keluarga yang menganggap pengeluaran Rp 10.000.000 adalah pengeluaran yang kecil.

Definisikan bersama pasangan berapa jumlah pengeluaran yang harus didiskusikan? Contoh Anda dan Pasangan harus diskusi dulu untuk pengeluaran yang nilainya lebih dari Rp 1.000.000. Setelah itu disetujui buat sebuah komitmen atas persetujuan tersebut.

Sisihkan Untuk Biaya Tak Terduga
Meski keuangan rumah tangga terhitung lebih dari cukup, tetap penting bagi Anda untuk menyisihkan sejumlah uang setiap bulan.

Uang tersebut nantinya bisa digunakan untuk keperluan tak terduga. Krisis keuangan bisa kapan saja menimpa Anda atau pasangan Anda. Menyimpan uang tunai (bukan dalam bentuk tabungan), bisa menyiapkan diri Anda menghadapi berbagai kemungkinan keuangan.

Harap dicatat bahwa tabungan yang baik adalah uang yang Anda sisihkan sebelum Anda melakukan pembelanjaan atau pembayaran tagihan rumah tangga. Jika Anda menyisihkan uang setelah belanja bulanan Anda, bisa dipastikan Anda akan kesulitan menabung. Bahkan bisa jadi Anda tidak bisa menabung karena sudah tidak ada lagi yang bisa Anda sisihkan.

Pengeluaran keluarga pada dasarnya terbagi atas beberapa pos pengeluaran yaitu pengeluaran operasional rutin bulanan, pengeluaran lain-lain, tabungan dan cicilan. Pembagian porsi untuk setiap pos ini bervariasi pada masing-masing keluarga. Namun, sebaiknya kita berpegang pada pedoman umum yaitu, minimal 10% dana dialokasikan untuk tabungan atau investasi, yang disisihkan di awal, bukan menunggu sisa dari pengeluaran bulanan

Namun ingat, Anda harus tetap sebagai sebuah tim. Menyisihkan uang tanpa sepengetahuan pasangan dapat menyebabkan perasaan kecewa dan tak bisa percaya. Akan lebih baik Anda membayar tagihan rumah tangga melalui rekening bersama dan membicarakan soal menyisihkan uang dalam rekening pribadi bersama pasangan sebagai kesepakatan. Namun lebih baik menggunakan rekening bersama dan masing-masing pasangan memiliki kemudahan akses keuangan sehingga dapat menghilangkan kerahasiaan dalam urusan keuangan.

Sebagai awal, kumpulkan paling tidak sebanyak 6 bulan pengeluaran bulanan sebagai dana darurat. Selain itu mulai juga perencanaan pensiun Anda dari tempat kerja dengan menginvestasikan uang dalam portofolio yang terdiversifikasi sesuai dengan tujuan keuangan keluarga.



Topik Sama

0 comments:

Post a Comment

 
Weddingmu.com - Tips Pernikahan © 2011-2016 InnOnet. All Rights Reserved.