Tetap Kuat Saat Buah Hati Tak Kunjung Hadir

0 comments




Sepasang kekasih akhirnya mengakhiri masa lajangnya dan mengikat janji suci pernikahan. Kebahagian tidak hanya terlukis di wajah mereka saat pesta pernikahan dilangsungkan, namun juga diwajah orangtua dan seluruh keluarga besar. Pergi kesebuah perjalanan bulan madu yang menyenangkan dan kemudian kembali ke kehidupan mereka, namun kali ini berdua.

Satu tahun berlalu, dua tahun beranjak, tiga tahun sudah mereka mengarungi bahtera rumah tangga dengan semua pasang surutnya. Ketika mereka menghadiri acara keluarga dan juga bertemu dengan teman dan sahabat yang sudah berkeluarga dan punya anak, sering terlontar pertanyaan, "Kapan nyusul, jangan lama-lama loh, kalian kan sudah tidak muda lagi." Ucapan itu disampaikan dengan sangat sopan dan bersahabat, namun tetap saja cukup menyakitkan bagi mereka.

Bukannya mereka tidak ingin atau tidak mau, mereka pun sudah berusaha, akhirnya mereka memutuskan untuk berkonsultasi dengan dokter. Hingga akhirnya mereka mendapatkan kabar yang tidak pernah ingin mereka dengar. "Salah satu dari kalian tidak subur." Sedih, terluka, marah, hingga penyangkalan, hingga rasa takut menyerang. Baik sang suami maupun istri mengalami tekanan psikologis, spiritual dan juga fisik.
Pasangan yang mengalami atau menghadapi fakta ketidaksuburan atau bahkan kemandulan mengalami kesedihan yang mendalam. Kesedihan ini bisa berujung fatal jika tidak mendapat pertolongan dan ditangani dengan benar. Berikut ini beberapa reaksi yang mungkin terjadi :

- Penyangkalan (masa-masa kegoncangan/syok) seperti "Aku tak percaya hal ini aku alami."

- Putusasaan, nekad dan panik, "Aku akan melalukan apa saja agar punya anak."

- Kemarahan, kekecewaan, "Tuhan tidak mengasihiku, Mengapa Dia mengijinkan hal seperti ini terjadi?"

- Kesedihan, depresi, "Mengapa harus aku yang mengalaminya."

- Rasa tidak layak, rasa bersalah

Kesedihan adalah proses, untuk itu selalu ada cara untuk mengatasinya, tentu saja perlu waktu dan tahapan yang harus dilalui. Berikut adalah tipsnya :

Memberi dukungan

Saat-saat seperti itu mereka perlu dukungan, teman untuk mendengarkan curahan hati dan kesedihan mereka. Selain itu bantu mereka jika memang mereka ingin untuk menjalani perawatan kesuburan. Perawatan kesuburan sendiri bukanlah hal yang mudah untuk dihadapi, pasangan tersebut akan melalui masa-masa menyakitkan saat emosi mereka dipengaruhi oleh suntikan hormonal, pengambilan sperma, kehilangan saat-saat intim dan melalui berbagai proses yang dapat menimbulkan stres. Untuk itu mereka perlu dukungan dari keluarga dan sahabat dalam masa-masa ini. Komunikasi yang baik adalah kunci untuk mempertahankan rumah tangga tersebut, untuk itu kuatkan kedua pihak baik suami istri untuk saling terbuka dengan kondisi perasaan serta tekanan pikiran yang mereka alami.

Memberi waktu tenang

Semua kesedihan dan tekanan yang dialami dapat menjadi sesuatu yang tak tertanggungkan, untuk itu terkadang pasangan suami istri perlu memberi atau juga membuat waktu tenang bersama dimana mereka bisa berdoa dan meneduhkan hati dan jiwa di hadirat Tuhan. Apapun keputusan yang dibuat dan apapun hasilnya, membawa semua itu kedalam doa.

Membangun harapan dan fokus kembali kepada Tuhan

Dalam Alkitab Anda akan menemukan beberapa kisah dimana pasangan mengalami masalah kemandulan seperti Abraham dan Sarah, Hana dan Elkana, serta Zakharia dan Elisabet, mereka semua berujung bahagia karena akhirnya dikaruniai anak. Namun Tuhan tidak selalu menjawab demikian, kadang Tuhan ijinkan pasangan yang harus bersyukur sekalipun tidak dipercayakan seorang anak dengan berpegang kepada Firman Tuhan di Roma 8:28, "bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia." Dalam hal ini, "segala sesuatu" termasuk kemungkinan tidak memiliki anak secara jasmaniah. Namun bukan berarti hal itu menghentikan seseorang untuk memiliki keturunan, hal itu bisa dilakukan dengan cara lain seperti melalui adopsi.

Melalui masa-masa sulit seperti ini, memang tidak mudah. Ada banyak pasangan yang gagal dan berakhir saling menyakiti dan bahkan memutuskan berpisah dengan hati yang hancur. Namun jika saja mereka dapat saling mendukung dan menolong lalu bangkit dari keterpurukan mereka dengan melihat rencana Tuhan secara utuh, mereka dapat membuat pernikahan mereka sangat bahagia dan menjadi berkat bagi banyak orang. Jika Anda adalah salah satu dari mereka yang mengalaminya, jadilah kesaksian hidup bagaimana Tuhan bekerja melalui masa-masa sulit seperti ini.


Topik Sama

0 comments:

Post a Comment

 
Weddingmu.com - Tips Pernikahan © 2011-2016 InnOnet. All Rights Reserved.