Putri Jusuf Kalla Menikah Memakai Adat Minang

0 comments



Weddingmu - Rencana pernikahaan putri bungsu Jusuf Kalla, Chairani Jusuf atau biasa disapa Ade, dengan Marah Laut C Noor akan berlangsung akhir pekan ini. Untuk akad nikahnya akan dilaksanakan pada Sabtu pagi, 24 Agustus, di Nusantara Ballroom, Hotel Dharmawangsa, Kebayoran, Jakarta Selatan. Untuk resepsinya akan berlangsung hari Minggu, 25 Agustus 2013, pukul 19.00 di Ritz Carlton, Pacific PLace, Sudirman, Jakarta Pusat.


Menurut Netty Djodi, wedding organizer pernikahan ini, yang menghubungi Tempo pada Selasa, 20 Agustus 2013, melalui telepon seluler mengatakan, "Pernikahan Ade dan Marah akan memakai adat Minangkabau. Sangat sederhana dan bersahaja, karena sesuai pesan Bapak (Jusuf Kalla) supaya pernikahan ini yang utama khikmad dan sakral," kata Netty.

Netty mengatakan, Ade akan menjalani prosesi Malam Bainai atau malam pelepasan gadis atau persiapan sebelum menikah, menurut adat Minang. "Acara ini akan dipandu juga oleh penyanyi Ibu Elly Kasim yang kini memiliki bisnis wedding organizer. Ibu Elly yang dipercaya untuk melaksanakan pernikahan dengan adat Minang," kata Netty.

Acara malam Bainah akan berlangsung di kediaman keluarga di Brawijaya, Kebayoran, Jakarta Selatan pada Jumat malam, 23 Agustus 2013. Acara ini hanya dihadiri sedikit keluarga sekitar 200 orang.

Pakaian yang dikenakan adalah pakaian adat Minangkabau warna kuning tapi bukan yang mentereng. "Untuk busananya menggunakan warna kuning yang sangat soft tapi elegan. Sebagian songket dan kain-kain yang dikenakan berasal dari milik keluarga. Ibu Mufidah pecinta kain lokal Indonesia dan memiliki koleksi keluarga yang akan dipakai. Bukan barang mewah, tapi sangat sakral dan khitmad," kata Netty yang enggan menyebutkan dana pernikahaan ini. "Bapak pesan tidak ada hal khusus untuk biaya atau dana, yang utama sakralnya," lanjut dia.

Netty juga menceritakan pada akad nikah nantinya hanya diikuti oleh keluarga besar Bapak dan Ibu. Karena ruangan yang dipesan di Hotel Dharmawangsa, Kebayoran, Jakarta Selatan, memang ruangan terbatas, bukan ballroom yang besar, hanya berkapasitas terbesar 400 orang. "Jadi hanya keluarga dekat saja untuk akad nikah. Kalau acara resepsi pernikahan tamu yang diundang sekitar 2500 orang."

Yang tidak kalah penting, kata Netty, adalah pesan Bapak tentang penyelenggaraan pernikahaan ini sesederhana mungkin dan sangat Indonesia. "Bapak mintanya semua harus memakai produk Indonesia. Makanan dan semua pernik harus dari Indonesia. Menu yang dipesan Bapak antara lain Coto Makasar, Sate Padang, Es Pisang Ijo, dan Sup Ikan. Ada juga menu dari luar, Roast Beef dan Sushi Sasimi. Bapak sangat cinta Indonesia, jadi beliau berulang kali berpesan, pokoknya acara ini jangan mentereng, sederhana saja," kata Netty.

Untuk lagu-lagunya pun semua dipesan Bapak, yaitu lagu dari Minangkabau dan Makasar. "Yang tidak boleh dilupakan, Bapak minta lagu Angin Mamiri dan Onde-Onde Larauik Sanjoharus ada dalam pesta pernikahaan ini."

Selain itu, tamu yang diundang pun tidak menggunakan pengamanan ala protokoler yang ketat. Bahkan, kata Netty, sesuai pesan Bapak, para tamu dari kalangan rakyat biasa atau masyarakat yang ingin menyampaikan ucapan selamat dipersilahkan. "Yang penting tertib, tidak buat gaduh, atau kekacauan. Bapak sangat ingin pesta ini bisa dinikmati masyarakat. Kata Bapak, seperti kebanyakan orang tua lain yang berbahagia saat mendapat ucapan selamat dari para tamu tanpa membedakan siapa dia," ungkap Netty.


Topik Sama

0 comments:

Post a Comment

 
Weddingmu.com - Tips Pernikahan © 2011-2016 InnOnet. All Rights Reserved.