Mengapa anak harus menjadi pertimbangan sebelum menikah dengan pria asing?

0 comments



Pernikahan campur semakin banyak dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Tak sedikit wanita Indonesia yang lebih memilih pria asing sebagai pendamping hidup mereka. Walaupun demikian, banyak yang perlu dipertimbangkan kembali sebelum memutuskan menikah dengan pria beda kewarganegaraan, salah satunya yang paling penting adalah anak.

img

Mengapa anak harus menjadi pertimbangan sebelum menikah dengan pria asing? Menjawabnya, pengacara yang juga menjadi salah satu pendiri situs pranikah, Ade Novita, SH., menguraikan hal-hal yang harus dipertimbangkan secara matang sebelum menikah. Belum lagi jika terjadi sesuatu dengan pernikahan Anda.

"Tentang kewarganegaraan anaknya, tinggal di mana, keyakinan anak ke depannya," kata Ade saat berbincang hangat dengan wolipop. Wanita yang tergabung dalam Persatuan Advokat Indonesia (PERADI) itu menuturkan, setiap negara mempunyai hukum perkawinan yang berbeda-beda.

Dalam Undang-Undang Kewarganegaraan nomor 62 tahun 1958, anak yang dilahirkan dari wanita Indonesia dengan ayah berkewarganegaraan asing mengikuti kewarganegaraan ayahnya. Namun kini sudah ada Undang-Undang baru yang menyatakan bahwa anak dari pernikahan campuran bisa memiliki dua kewarganegaraan.

Fakta ini didukung oleh Itha Saleem, ketua Srikandi (organisasi para istri dari pria asing) yang menuturkan bahwa Undang-Undang Kewarganegaraan yang disahkan pada 2006 menyebutkan bahwa anak-anak dari pernikahan campur boleh memiliki dua kewarganegaraan hingga usia mereka 21 tahun.

Setelah itu anak harus memilih ingin mengikuti warga negara ayah atau ibunya. Namun yang banyak terjadi anak ikut kewarganegaraan sang ayah karena masih banyak wanita bersuamikan pria asing belum mengetahui isi undang-undang tersebut.

Maka dari itu, Ade menyarankan agar membuat prenuptial agreement atau perjanjian pranikah sebelum mengikat janji suci dengan pria asing. Prenup berguna untuk mengembalikan hak-hak Anda sebagai warga negara Indonesia. Tidak hanya soal harta yang bisa diatur, tapi juga mengenai anak serta hak waris dari sang suami. Jadi jika terjadi sesuatu dalam pernikahan, suami tidak bisa langsung balik ke negara asalnya dan meninggalkan Anda begitu saja.

"Banyak pria asing yang menikah hanya untuk memenuhi kebutuhan fisik, tapi begitu tugasnya selesai di Indonesia dia balik lagi dan wanita kehilangan hak di negaranya sendiri," ujar Ade menambahkan. Di sinilah peran perjanjian pranikah melindungi sang istri. Dengan ada prenup, nafkah suami hingga hak waris tertera jelas sehingga jika mau dibawa ke jalur hukum.



Topik Sama

0 comments:

Post a Comment

 
Weddingmu.com - Tips Pernikahan © 2011-2016 InnOnet. All Rights Reserved.