4 Stadium Konflik Pernikahan dan Jalan Keluarnya

0 comments



Banyak orang beranggapan bahwa menikah akan menyelesaikan berbagai konflik dalam hubungan saat berpacaran. Misalnya, dengan adanya ikatan, suami tidak akan melirik perempuan lain. Dengan menikah, istri tidak akan boros lagi. Pendek kata, pernikahan akan berjalan dengan harmonis dan bebas dari konflik. Namun, kehidupan pernikahan tak selalu berjalan mulus dan membahagiakan. Bahkan menurut konsultan pernikahan Indra Noveldy, 100 persen kehidupan pernikahan akan berada dalam masalah.



"Tidak ada pernikahan yang murni tanpa masalah, semua pasangan pasti pernah mengalami masalah satu sama lain. Namun, penyelesaiannya tergantung pada ego dan kedewasaan pasangan," tukas Indra, dalam seminar pernikahan beberapa waktu lalu.

Anda juga perlu tahu, bahwa pasangan menikah umumnya akan mengalami empat stadium konflik:

1. Stadium satu
Konflik sebenarnya bisa diasumsikan sebagai perbedaan pendapat yang dibarengi dengan rasa marah dan kecewa pada pasangan. Konflik stadium satu bisa dikatakan sebagai konflik awal yang biasa dihadapi pasangan. "Uniknya, konflik ini juga sudah dialami sejak di malam pertama pernikahan untuk berbagai hal yang sebenarnya sepele," jelasnya.

Namun, rasa cinta yang masih sangat besar pada pasangan membuat konflik ini hanya dianggap remeh, dan belum akan mengurangi rasa cinta terhadap pasangan. Perbedaan pendapat biasanya akan cepat selesai karena salah satu pasangan akan mengalah dan menuruti keinginan pasangannya. Selain itu masalah cepat selesai karena salah satu pihak tidak berani mencoba mengomunikasikan konflik, karena khawatir menyulut amarah pasangan. Stigma bahwa pernikahan bahagia adalah pernikahan yang bebas konflik membuat banyak pasangan memilih mengalah daripada membuat masalah jadi lebih besar.

2. Stadium dua
Tahap ini biasanya sudah mulai terjadi pada tahun-tahun awal pernikahan. Pada stadium ini, pasangan akan lebih ekspresif dalam mengomunikasikan perasaan dan keinginannya. "Di tingkat ini, biasanya perempuan lebih suka menyampaikan perasaannya melalui bahasa tubuh yang eksplisit," ungkapnya.

Bahasa tubuh eksplisit ini contohnya menyindir, sering ngomel, jutek, atau menunjukkan sikap tubuh tanda ketidaksukaan. Dalam stadium ini pasangan yang berkonflik juga sudah mulai menunjukkan ketidaksepakatan dengan cara membuat kerusakan, misalnya dengan memecahkan barang-barang, atau bahkan melalui kekerasan fisik.

3. Stadium tiga
Konflik yang terjadi pada tingkat ini sudah membuat salah satu pasangan mulai berpikir untuk melirik orang lain. "Saat mereka berpikir sudah tak nyaman lagi dengan pasangannya, akan muncul suatu pemikiran bahwa 'rumput tetangga lebih hijau'," ungkap Indra. Tak jarang pasangan akhirnya mulai mencari pelarian dan berlindung pada orang yang bisa memberikan kenyamanan bagi mereka, sehingga orang itu menjadi pria idaman lain dan wanita idaman lain.

Pada tahap ini, PIL dan WIL bukan satu-satunya sarana pelarian pasangan. Cara lain untuk melarikan diri dari konflik adalah dengan bekerja lebih keras (workaholic). Mereka jadi lebih senang bekerja di kantor dibandingkan berada di rumah. "(Lebih sering mengikuti) Arisan atau ajang perkumpulan lainnya juga bisa menjadi pertanda. Karena seringkali orang mencoba melarikan diri dengan menyibukkan diri dengan berbagai kegiatan agar tak terlalu sering bertemu dengan pasangannya di rumah," tegasnya.

4. Stadium empat
Masa ini merupakan tingkat paling parah dalam suatu hubungan pernikahan. Konflik yang dialami pada tingkat ini sudah memasuki tahap gugatan cerai karena pernikahan dirasa sudah sulit dipertahankan dan diperbaiki. Selain melalui introspeksi diri dan berskap jujur dengan perasaan masing-masing, pasangan akan membutuhkan keajaiban untuk bisa memperbaiki hubungannya.

"Selain berdoa dan mencoba memperbaiki diri lebih baik, ada satu cara yang bisa dilakukan untuk memperbaiki hubungan, yaitu dengan beramal dalam jumlah yang belum pernah dikeluarkan sebelumnya. Tujuannya adalah untuk membuka hati kita agar bisa menemukan cinta," sarannya.



Topik Sama

0 comments:

Post a Comment

 
Weddingmu.com - Tips Pernikahan © 2011-2016 InnOnet. All Rights Reserved.