Dua Royal Wedding Sepanjang 2011

0 comments



MASYARAKAT Indonesia diajak menyaksikan dua hajatan besar yang dihelat Istana Negara dan Keraton Yogyakarta. Kedua royal wedding menyimpan cerita masing-masing yang menarik untuk diulik kembali.

Ibas & Aliya saat prosesi akad nikah (Foto: Abror/Anung) 

Sepanjang 2011, dua royal wedding digelar pembesar negeri ini. Royal wedding pertama digelar 18 Oktober 2011 oleh Sultan Hamengkubuwono X dari Keraton Yogyakarta yang menikahkan putrinya, Raden Ajeng (GRAj) Nurastuti Wijareni alias Reni dengan Achmad Ubaidillah alias Ubai.

Sementara, royal wedding kedua dihelat 24 November 2011 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang menikahkan putranya, Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas dengan Siti Rubi Aliya Rajasa alias Aliya, putri Menko Perekonomian Hatta Rajasa.

Setiap rangkaian prosesi pernikahan keduanya menjadi sorotan media massa hingga masyarakat seperti tak ingin melepaskan tiap momennya untuk turut menyaksikan. Situs lifestyle.okezone.combahkan mengiringi prosesi tersebut lewat pemberitaan eksklusif bersama narasumber-narasumber yang terlibat dalam pernikahan Ibas-Aliya serta Ubai-Reni.

Simak beberapa catatan menarik kedua royal wedding, di bawah ini:

Mengusung dua adat

Ibas-Aliya maupun Ubai-Reni mengusung dua adat dalam pernikahan mereka, sesuai daerah asal orangtua masing-masing. Serangkaian prosesi dijalani dengan makna mendalam bagi mempelai.

Ibas-Aliya mengusung adat Jawa sebagai daerah asal Presiden SBY dan Palembang (Komering), daerah asal Hatta Rajasa. Adat Jawa digelar untuk prosesi siraman dan resepsi pada 20 November dan 24 November, sedangkan adat Palembang untuk prosesi akad nikah pada 22 November 2011. Sementara, Ubai-Reni menggunakan adat Yogyakarta sebagai daerah asal Sri Sultan HB X dan Lampung, daerah asal orangtua Ubai. Adat Jawa digelar untuk prosesi akad nikah pada 18 Oktober 2011, sedangkan adat Lampung untuk prosesi ngunduh mantu yang digelar 27 November 2011.

Dua bangunan bersejarah menjadi saksi

Istana Cipanas menjadi lokasi akad nikah Ibas-Aliya sedangkan Ubai-Reni memilih Keraton Yogyakarta sebagai saksi untuk mengikrarkan janji setia dalam ikatan pernikahan. Keduanya merupakan bangunan bersejarah milik Indonesia yang kemudian disulap cantik dengan dekorasi indah.

Dan kini, Istana Cipanas serta Keraton Yogyakarta telah menjadi bangunan bersejarah dalam kehidupan Ubai-Reni dan Ibas-Aliya. Khusus bagi Ibas-Aliya, Istana Cipanas juga merupakan saksi bagi pertemuan pertama dan perkenalan mereka pada 2007.

Pernikahan politik vs pernikahan negeri dongeng

Bisa dibilang, pernikahan Ubai-reni bak kisah cinta dalam negeri dongeng. Reni yang merupakan seorang putri raja jatuh cinta kemudian menikah dengan Ubai, rakyat biasa yang kemudian diberi gelar Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Yudhanegara.

Sementara, meski menampik habis-habisan, banyak pihak menyebut pernikahan Ibas-Aliya sebagai pernikahan politik. Pasalnya, ayah Ibas, selain menjabat sebagai Presiden RI juga Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, sedangkan ayah Aliya, selain menjabat Menko Perekonomian juga Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN).

Menjalin asmara selama empat tahun

Ibas-Aliya melewati masa pacaran empat tahun sebelum akhirnya menikah. Sedikit lebih lama, Ubai-Reni melewati proses penjajajakan selama 4,5 tahun. Tepatnya 2007, keduanya bertemu dan kenal. Bila Ubai-Reni pertama saling kenal di kawasan Senayan, Jakarta, Ibas-Aliya di Istana Cipanas, Cianjur, Jawa Barat, Ubai-Reni di kawasan Senayan, Jakarta Selatan.



Topik Sama

0 comments:

Post a Comment

 
Weddingmu.com - Tips Pernikahan © 2011-2016 InnOnet. All Rights Reserved.